28 Oktober 2011

Curhat Dong...!

3 komentar
Curhat Dong!



FYI: pas nulis ini saya lagi dihipnotis Kuya-Kuya, jadinya curhat unek-unek panjang lebar deh :D 


Kali ini mau curhat tentang kerjaan. No offense. Just curhat. #nah loh?!
Semua kerjaan apapun bentuknya, apapun bidangnya memang butuh yang namanya kesabaran.
Meskipun saya sudah tergolong orang sabar *rapihin seragam* tetap saja membutuhkan kesabaran ekstra. Saya sering curhat sama Tuhan, saya mohon diberikan kesabaran ekstra setiap harinya. Saat saya kelelahan, kelaparan, kepanasan dan bahkan kehujanan yang saya lakukan adalah menarik napas panjang  dan berkata pada diri sendiri “Sabar, sabaaar… orang sabar disayang Tuhan,” sambari mengeluarkan gerakan khas *urut dada*
Cukup menenangkan memang meski yah tidak bertahan lama kalau factor pemicu kembali beraksi.
Bekerja di bidang pelayanan masyarakat itu tidak mudah. Sangat-sangat tidak mudah. Salah dicela, dituntut dan dipenjara. Begitu dilayani dan puas, lalu dilupakan.
Kebetulan pekerjaan saya adalah melayani orang sakit *benerin letak PIN motto tempat kerja kami*, tapi bukan tabib, dukun, orang pintar, pengobatan alternative dan sebangsa setanah-airnya.
Di bagian saya bekerja, kami dituntut untuk bekerja cepat dan tepat karena pertolongan pertama penderita ada di kami.
Disini saya bukannya mau membela profesi kami, sekali lagi , saya bilang ini hanya curhat. Boleh dong, manusia curhat? Oke here we go.. 

20 Oktober 2011

Cerita Para Pahlawan Devisa di Sekitarku...

0 komentar

Tempat saya tinggal bukanlah kawasan elit atau perumahan dengan tipe bangunan megah dan pagar tinggi. Warga setempat sebagian besar bermata pencaharian sebagai nelayan dan petani, sebagian kecil sebagai wiraswata, tukang ojek, tukang batu dan buruh kasar. Dari segi penghasilan kita tentu tahu pemasukan tidak menentu, misalnya nelayan, pada musim angin dengan gelombang pasang tentu nelayan lebih memilih untuk sementara tidak turun melaut dan tentu saja berpengaruh pada pendapatan.


Selain permasahan pendapatan, rata-rata satu keluarga memiliki anak lebih dari 2 orang. Bukan menjadi masalah besar jika keluarga itu mampu. Namun pada kenyataannya banyak anak yang terpaksa putus sekolah, atau sekolahnya mentok di jenjang Sekolah Menengah. Bahkan ada yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar harus terpaksa membanting tulang membantu orang tuanya di laut atau berjualan di pasar. Sangat ironis sekali. Tapi inilah kenyataan hidup. Ini bukan di sinetron atau kejadian di kolong jembatan di kota besar sana, tapi di sekitar saya.



Saya disini akan mengungkapkan sedikit tentang kehidupan di daerah seitar saya bermukim, khususnya tentang kehidupan remaja sebaya saya. Hampir seluruh teman sebaya saya melek huruf. Mereka disekolahkan, namun banyak yang sebatas SD atau SMP saja. Sebagian besar berhenti melanjutkan pendidikan saat lulus SMA. Tapi bukan berarti tidak ada yang melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang Perguruan Tinggi. Ada namun prsentasenya kecil. Bukan berarti mereka tidak mampu karena keterbatasan daya tangkap mereka akan pelajaran, salah satu anak yang tidak melanjutkan pendidikan yang juga adalah tetangga saya adalah wakil Kabupaten Ende dalam Olimpiade MIPA. Dan sekarang memilih menjadi nelayan, membantu bapaknya yang juga adalah seorang nelayan.

11 Oktober 2011

Terima Kasih Masa Lalu

0 komentar
Masa lalu.

Masa yang telah berlalu. Di belakang. Dan tinggalkan.

Saya pernah membaca di jejaring social, kutipan yang saya suka, “Dalam hidup, jangan pernah biarkan kesedihan di masa lalu dan ketakutan akan masa depan, merusak kebahagiaanmu saat ini.
Ya! Saya pernah sedih karena masa lalu dan pernah takut akan masa depan karena masa lalu sayaitu sendiri.
Saya pernah merasa takut dan terlanjur merasa tidak bisa menjalani segala hidup saat ini dan untuk masa depan. Seakan berada di ujung jurang menganga di depan saya dan tebing tinggi tepat dibelakang saya. Tidak ada jalan untuk berlari dan menyelamatkan diri. Hanya diam di tempat. Stuck in the moment. Stuck fearfully.
Saya terlalu lemah saat itu. Dan tentu saja cengeng!
Lalu otak saya mengambil alih kekuasaan. Mungkin selama ini dia sudah terlalu banyak mengalah pada hati. Dengan ekspansi pemikiran otak yang didapat dari semangat yang sudah disusupi oleh Tuhan, keluarga, teman dan bacaan. Mungkin kemarin saya begitu jauh dari Tuhan, jauh dari keluarga, jauh dari teman, jauh dari bacaan bijak, sehingga tak ayal lagi saya begitu rapuh dan merasa terpuruk. Dunia saya hanya berotasi mengelilingi satu titik itu. Kenangan masa lalu.
Pikiran demi pikiran memasuki ruang yang sebelumnya dipenuhi oleh perasaan sedih dan takut. Menyusup perlahan, mengambil alih lalu mendepak semua rasa negative yang membuatku terpuruk selama berminggu-minggu. Yah, saya tidak memungkiri bahwa saya pernah menjadi orang bodoh selama lebih dari bertahun-tahun karena saya terlalu membiarkan perasaan yang mengendalikan kehidupan saya.

bengong....

0 komentar
lagi lagi
penyakit yang sama pas berhadapan dengan layar monitor.
blank.
seketika ide menghilang, menguap begitu saja.
yaaa ampuunnn... ini otak harus di-upgrade.
jadinya sekarang adalah bengong.
jemari hanya menari di atas keyboard tanpa tujuan.
lalu menjadi sampah disini.
*lanjut bengong*
*buka jejaring sosial*
bingung jadinya.
hahahah

Karena aku cinta HUJAN

0 komentar

hujan itu....
Cuma titik air yang jatuh dari lapisan langit. Cuma hasil dari proses evaporasi dari yang sengit.
Kemudian terciptalah peristiwa itu: hujan. Saya tidak mengerti dari sekian kata dalam bahasa indonesia, terpilih kata hujan. Saya tidak juga mampu membayangkan seandainya kata yang terpilih adalah kata lain, bukan hujan. Tapi sudahlah, bukankah kata hujan juga bagus? Yang penting maksudnya ya itu, peristiwa itu. Terima kasih untuk para pendahulu yang sudah demikian pusing memikirkan kosa kata.
Sudah berapa hari ini turun hujan dan sudah berkali kali saya kehujanan pulang dan pergi kerja. Tapi saya tetap menikmati. Tidak berpikir untuk memaki hujan karna saya basah dan pulang harus menjemur pakaian seragam.
Hujan itu kenikmatan. Hujan itu berkah.
Pohon dan rumput yang menghijau basah, bunga-bunga merekah. Belum lagi pelangi yang muncul setelah hujan nanti. Terima kasih, Tuhan. Engkau memang Maha Indah.

Dan ntah kenapa hujan selalu mempunyai daya tarik sendiri untuk saya khusus untuk saya, karena saya tidak tahu bagaimana persisnya perasaan orang lain tentang hujan. Hujan itu slalu menarik saya untuk mengenang tentang sesuatu dari masa lalu, menghayal tentang masa datang, merindukan suasana rumah dan hangatnya selimut saya.
Hujan itu, di setiap rintiknya saya percaya mewakili segenap perasaan manusia yang menguap ke udara, mengalami proses panjang diatas sana lalu jatuh bersama setiap tetes air itu. Perasaan rindu yang tak terampaikan, cinta yang terabaikan, doa permohonan, tangis yang memilukan, rasa lelah, penat, galau… dan…
Bagi saya hujan itu inspirasi. Inspirasi untuk bermimpi. Untuk berkreasi. Atau untuk tidak melakukan apa apa. Diam saja menikmati rintik yang jatuh dari balik jendela atau dari balik selimut.
Saya suka quotes ini, I love rain, cos nobody know me crying.
Mungkin bagi sebagian orang kalimat itu terkesan cengeng atau mungkin memalukan. Tapi inilah hidup, ada saat dimana kita membutuhkan suasana yang membuat kita mengekspresikan semua perasaan kita tanpa harus oranglain tahu. Dan bagi saya suasana itu Hujan! Deras airnya menyamarkan luka yang menetes dari pelupuk mata.
Hujan itu romantis. Siapa yang tidak mau sepayung berdua sama orang yang dicinta? Siapa yang tidak mau dipakaikan jacket dari orang tercinta saat gerimis mulai turun? Siapa yang tidak bahagia saat terjebak hujan bersama orang yang bisa membuat perasaan kita hangat? Siapa yang tidak suka hujan saat bersama keluarga atau kekasih menikmati secangkir coklat hangat menatap rintik di luar dari jendela kaca?
Dalam hujan banyak sajak tercipta atas rasa cinta 
Dalam hujan banyak tangis merinai atas luka 

P.S.
Berharap suatu hari kelak, saat hujan ada seseorang yang mau menemani dan menghangatkan hatiku sekalipun dalam cinta dan luka.

#backsound
• Utopia -Hujan.
• Basejam-Hujan Tanpa Awan
• Jikustik - Setia