28 November 2011

Jauh di mata dekat di Timeline

5 komentar
Jauh Di Mata, Dekat Di Timeline


Kamis, 24 November 2011 kemarin selepas kerja pukul 19.00 WITA saya langsung bergabung bersama teman-teman Flobamora Community, Komunitas Blogger NTT. Seperti sudah direncanakan pada kopdar sebelumnya malam tanggal 24 ini akan ada Akademi Berbagi (Akber) Flobamora Community Chapter Ende dan perpisahan Om Bisot. Sebagai blogger pemula yang sangat-sangat minim pengetahuan tentang dunia blog, bergabung dengan komunitas dan ikut di acara seperti Akademi Berbagi ini sangat bagus. Punya wadah yang bisa mendukung mengembangkan bakat, berbagi ilmu, gratis pula. Hehe :D
Jadi Om Bisot, yang menjadi pemateri pertama membawakan materi tentang Tutorial Blog Dan Kustomasi Tema/Desain, selain itu juga penjelasan dan panduan langsung instalasi XAMPP. Pemateri kedua yaitu Kak Ilham Himawan tentang blog itu sendiri, manfaat blogyah semua blogging activity.
Dan pemateri ketiga cim Tuteh Pharmantara tentang materi dari DonnyBu yaitu Blogsphere di Indonesia.

Mungkin disini saya lebih banyak berbicara tentang sosok Pemateri 1, Om Bisot. Ini pertemuan perdana saya dengan Om Bisot sekaligus perpisahan, karena masa bhakti Om Bisot di tanah Flores sudah selesai.
Yah, Om Bisot. Saya bahkan tidak tahu nama lengkap beliau. Apalagi umur. Haha kenapa panggil Om? Karena yang lain panggilnya Om, saya juga ikutan saja panggil Om. Berteman juga belum lama, semenjak gabung di FC dan eksis di twitter. Mulailah pertemanan dengan Om Bisot.
Hey, kau yang belum kenal mungkin pada awalnya akan berpikiran sama seperti saya, orang yang punya nama akun twitter @bisot ini adalah anak muda berusia 20an!

Awalnya saya berpikir Om Bisot itu dari bahasa tweet-nya umurnya tidak jauh beda dengan kami. Tapi ternyata, Om Bisot ini sudah beranak 3 dan juga sebagai Kepala Kantor Bea Cukai di Maumere.
Tapi tidak ada jaim-jaimnya, supel, kocak, berjiwa muda, baik, tidak pelit. Om Bisot itu langka! Jangan bilang saya harus vote untuk masuk New Seven Wonders deh.
Bukan, bukannya saya mau meninggi-ninggikan beliau. Tapi ini adalah ungkapan kekaguman saya tentang teman baru yang membuka jalan pikiran baru untuk saya. Bahwa arti pertemanan itu sperti ini. Tidak peduli usia, tidak peduli jabatan, tidak peduli status hubungan, tidak peduli jarak, tidak peduli lama waktu, tidak peduli agama, berteman itu bisa menjadi sangat berarti bahkan lebih berarti dari orang yang sudah lama kau kenal, jika bisa nyaman dengan saling berbagi, membawa satu langkah ke arah yang positif.
Saya tidak berlebihan jika saya sebut langka. Bahkan saya sendiri mungkin tidak akan bisa sebaik Om Bisot. Seorang Kepala Kantor salah satu instansi pemerintah dan Kepala rumah Tangga dengan seabrek kesibukannya tapi masih menyempatkan diri ketika saya meminta tolong untuk mendandani blog saya. Saya, anak yang baru dikenalnya lewat dunia maya. Dengan request saya yang banyak maunya dan beliau bersedia :p
Om Bisot juga bahkan menyempatkan diri untuk singgah di Ende mengisi Akber FC, demi komitmennya pada kami. Saking komitnya sampai diminta antarkan in focus dari Maumere untuk acara ini. Membagi ilmu, banyak orang pintar, banyak orang tahu tapi tidak banyak juga yang mau berbagi. Om Bisot bukan asli orang ende tapi begitu bersemangat untuk berbagi dengan anak-anak sini. Orang asli Ende yang berilmu jika diminta belum tentu mau.
Beliau dari Kupang terbang ke Ende hanya untuk berbagi ini, kalau kita mikir efektifnya dari Kupang bisa langsung ke Maumere, bisa segera penyelesaikan perkara pindahan kerja. Dan kemudian selepas malam Akber dan Acara Perpisahan, Om Bisot melanjutkan perjalanan ke Maumere.
Di tengah kesibukan beliau, masih sempat menyambar celotehan kami di Grup BBM, di jejaring social. Kalau dipikir-pikir celotehan gila kami yang kadang lebih terkesan nyampah juga Om Bisot dengan senang hati tanggapi, ikut melucu. Game di twitter, ngebanyol  dengan game #asalsingkat, gombalisasi ala anak jaman sekarang.
Apakah pejabat berpangkat yang sibuk lainnya bisa seperti itu?
Saya jadi bermimpi jika semua pejabat di republik ini menekan semua arogansi mereka, bukankah semua terlihat lebih indah?
Dia tidak pernah bilang saya tidak bisa karena saya lagi sibuk. Dia menjawab pertanyaan kami. Dia bahkan menghadirkan dirinya untuk kami.

Jujur, saya merasa bangga sekaligus beruntung bisa berteman dengan Om Bisot. Saya kagum. Makanya saya bilang langka. Om Bisot mengajarkan saya banyak hal. Tentang pertemanan, tentang blog tentu saja, tentang hidup juga lewat diskusi-diskusi kecil di Timeline Twitter, BBM, tulisan dan komentar di blog.
Semoga ini bukan pertemuan yang pertama dan yang terakhir.  Seperti Bio-nya Om Bisot, jauh di mata dekat di Timeline :D
Saya suka dengan “Kata Orang, gunung akan lebih indah jika dilihat dari jauh.”

Sukses dunia akhirat yah, Om :D

jangan jadi tua dan menyebalkan!!