14 Desember 2011

Weekend With Flobamora Community

4 komentar


Percaya pada kata-kata kalau ada niat pasti ada jalan.
Setelah November kemarin rencana liburan Flobamora Community ke Kabupaten sebelah yakni Maumere-Sikka dicetuskan, saya sangat exited sekaligus pesimis bisa ikut. Dengan kerja shift yang hari liburnya tidak selalu dapat pas weekend dan izin ortu yang susah.
Tapi hasrat untuk jalan bersama-sama lebih kuat dari apapun. Makanya coba-coba saja izin di tempat kerja dan  Alhamdulillah izin dikabulkan, jadwal shift saya dikasih tanda libur pada hari H. Yippy! Nah ini tinggal berjuang untuk meyakinkan dan mendapatkan izin ortu ini yang susah. Saya ini easy going but not easy to get the permit. hey, kalau siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil. Pendekatan selama hampir dua minggu membuahkan hasil. Izin keluar, Zya senang! *roll depan, roll belakang*
Mendekati hari H kendala datang lagi, mobil yang tadinya akan kami pakai ternyata tidak bisa pada hari itu. Tapi yah udah niat kuat-kuat ini, nombok duit sewa mobil. Lumayanlah punya Flobamora Community punya koneksi ini, bisa sewa mobil dua hari dengan harga miring. Kakak Imel, thanks. Om Sopir, thanks! :D
Hari keberangkatan tanggal 10 Desember, hujan turun dari pagi. Padahal hari-hari sebelumnya cuaca cerah ceria di kota Ende ini. Sempat panic karena takut kondisi jalanan antar Kabupaten di Flores yang didominasi tebing rawan longsor dan jurang yang dalam. Sempat takut juga ortu bakal cabut izin berliburnya lantaran cuaca. Kapan lagi bisa liburan bareng, langka nih untuk dapat izin berlibur.
Memang dasar member FC ini walau badai menghadang tetap pantang menyerah sebelum sampai ke tujuan! Biar hujan badai, mual muntah sepanjang perjalanan, pake motor atau pake mobil, jalan-jalan teteuuup. Secara ibu ketua kita, cim Tuteh ini punya tahi lalat di kaki, yang katanya primbon tahi lalat di kaki itu sukanya jalan-jalan. Eh, sama! Saya juga punya, kakak Yudith juga punya. Olaalaaa… member Flobamora Community memang doyan jalan-jalan :P
Siapa lagi yang punya? Ayoo.. Silahkan check kaki masing-masing.

Kita sempat berhenti di Wolowaru untuk makan siang, setelah cim Tuteh dan kakak Yudith abis-abisan menguras isi lambung sepanjang  Ende-Wolowaru. Padahal sempat break di Nduaria untuk ngeteh di tengah dingin dan kabut. Ah, motion sickness dalam rute Trans Flores memang bukan hal yang baru. Review kata kakak Yudith “Ende – Maumere saja kok, saya Jogja – Surabaya aman saa, tidak mabok!” Nah lho, yang tepar kuras isi lambung karena rute Trans Flores itu siapa. *nyinyir
Cim Tuteh yang siap sedia dengan bantal kecilnya untuk bertengger di jendela mobil, untung kepalanya tidak nyangkut di pohon. Si Etchon yang pewe tiduran di jok belakang, kuasa penuh dia dengan dua seat kosong itu. Kakak Imel stabil terus sampe akhir, memang okeh nih pencernaannya. Ckckc. Kakak Edi yang memang sadar diri punya Motion sicknes kronis lebih memilih pakai sepeda motor bareng Kak Nando. Hujan-hujan juga tetep tancap gas. Kalau saya sendiri memang pusing tapi tidak sampai menguras isi lambung. Hehee :D
acara ngeteh di sore penuh gerimis.. tetap eksyen meski pusing :)

Start dari Ende pukul 10.00 Wita sampai di Maumere pukul 15.30. kata Om Sopirnya, kami terlalu lama. *glek* *tahan mual*
Kita nginapnya bukan di hotel atau tapi di rumah kerabat member FC, di rumah Kakak Rama Rodja. Keluarga kecil ini menyambut hangat kedatangan kami di tengah rintik gerimis langit Maumere di sore itu. Lanjut dengan sesi perkenalan dan ngeteh. Dan meluruskan punggung beramai-ramai.
 


oh, nona-nona baju merah di Gramed

Agenda malam kami adalah hunting buku di Gramedia. Pas ada diskon buku pula. Yeah! Tapi perlu control pengeluaran, jangan sampai kalap, bisa-bisa kelaparan di kota orang!
Dalam hati selalu bertanya kapan di kota saya tercinta, Ende, hadir Gramedia. *yelling* hoiii petinggi Gramed! Bangun satu tokomu di kota saya, pliiisss :D
Setelah dapat beberapa buku dan beberapa foto, loh kok foto? Iya donk… yang jalan ini narsis gila, jadi yah, there’s no moment without pictures :P

Lanjuuut… dinner di Pelabuhan L Say. Dengan view laut dan aktivitas pelabuhan tersibuk di Pulau Flores kami menyantap dengan lahap pesanan makanan kami. Secara acara kuras lambung itu lho, bikin lapar dan lemes.
Disini kami sudah fusion dengan beberapa teman dari kak Nando dan kak Imel. Dinnernya seru, ramai dan tentu saja, foto-foto. Tak akan pernah bosan! Ini serius!
Rencana untuk menyaksikan gerhana bulan bareng-bareng harus cancel karena langit gelap gulita, diganti dengan acara karokean di Silvia Hotel. Ramai-ramai unjuk suara, yang galau nyanyi lagi galau, yang rindu nyanyi lagu rindu, yang jatuh cinta nyanyi lagu cinta. Nah saya memilih tidak megang mic, sadar suara. Backing vocal aja dah. Kan lagi tidak rindu, galau atau jatuh cinta. Eh malah curhat! Haha :P
Di Silvia hotel suasana Natal mulai terasa dengan adanya pohon Natal gede di loby. Keren.
Berikutnya pulang dan tidur, siap untuk perjalanan besok. Tapi kak Edi dan kak Nando masih melanjutkan acara malam mereka. Pulangnya pagi pula. Wah, pria-pria ini.

Dinner di Pelabuhan :)
lihat backgroundnya yah :P
Silia Hotel: si Etchon lagi unjuk suara tuh
Setelah member yang Nasrani pulang Missa Minggu pagi, tanggal 11, kami sarapan. Tuan dan Nyonya rumah yang baik hati menyiapkan kami sarapan pagi.
Ah, thanks to Kakak Rama, his wife Santi and his cute little boy whose welcome us to the house and prepared breakfast.

Dari situ kami langsung pamitan untuk pulang ke Ende. Tapi sebelumnya menyempatkan diri belanja-belanji dulu di pasar tingkat dan butik *disamarkan* hihiii. Dasar shopper, datang dengan 1 backpack, pulang banyak tentengan. Hadeh! Absolutely, we are shopper not backpacker. capek keliling pasar ngadem bentar dengan Es Pisang Ijo. Sluuurrpppp! Sedap
Beli makan siang di warung Padang untuk chick luncheon di pantai Koka, Paga. Dari Maumere ke Paga itu sendiri memakan waktu sejam. Kebetuan Pantai Koka itu dalam jalan pulang menuju Ende.
Pantai Koka ada di daerah Wolowiro, Kecamatan Paga, kabupaten Sikka.
Ini dia tantangan yang sesungguhnya, memang tidak mudah mendapatkan sesuatu yang indah itu. Bayangkan saja, untuk ke pantai Koka harus berjalan kaki ± 2 kilometer. Dengan panas terik, medan yang aduhai dan fisik yang sudah cukup kelelahan, kami memaksa kaki untuk tetap berjakan. Tiba di pantainya, Wow! Subhanallah. Speechless. Pasir putih, laut biru jernih, batuan koral, eksotis dan tentu saja seperti pantai lainnya di Flores masih asli indahnya :D
Ternyata bukan Cuma kami yang berakhir pekan di pantai ini. Ramai juga anak-anak muda Maumere yang datang. Abis keren sih pantainya!
Coba Pemerintah Sikka bisa memperhatikan pantai Koka ini sebagai aset wisata alam, melakukan promosi, memperbaiki sarana dan prasarana, jalan yang terutama. Gila, itu jalan tanah ancur banget. Kudu pake mobil offroad baru bisa. Motor memang bisa masuk sih, tapi tetap butuh perjuangan.
Oh iya, disini sudah bergabung juga Kakak Ilham bersama temennya, nyusul dari Ende langsung menuju Pantai Koka. Sesi pemotretan pun dimulai.
Dan saya mulai ngedrop disini. Lelah sekali rasanya.
Perjalanan pulang dari pantai menuju jalan raya juga terasa lama, hanya memberi semangat pada kaki “just keep walking”
Begitu melihat jalan raya dari balik semak dan jalan tanah  akhirnya… way to Ende.
Pantai Koka

Weekend with Flobamora Community.
Semoga kali berikut ada acara jalan-jalan bareng dan bisa ikut lagi.
*urut betis*