30 Januari 2012

Lomba 10 Hari Ngeblog: Internet dan Flobamora Community

0 komentar

Internet. Siapa sih yang hidup di jaman ini tidak mengenal internet. Bahkan internet kini sudah menjadi kebutuhan. Bahkan sebagian orang sudah merasa ketagihan akan semua yag ditawari oleh dunia internet. Tua muda menjadi internet addict. Tidak heran perusahaan penyedia layanan data semakin giat menawarkan kemudahan untuk mengakses internet.

Di NTT sendiri perkembangan internet demikian signifikan.  Yang dulunya penggunaan internet terbatas pada instansi atau lingkup tertentu, untuk penggunaan pengiriman data. Perkembangan ini seiring dengan hadirnya perusahaan penyedia layanan data yang hadir hingga ke pelosok  yang memudahkan akses internet melalui mobile. Semakin berkembang pula perangkat yang ditawari untuk akses data memudahkan untuk pemakaian internet di rumah baik melalui telpon rumah ataupun modem.

Perkembangan ini juga dilihat dari semakin menjamurnya warnet yang menawarkan berbagai paket layanan internet untuk menarik pengguna.
Tuntutan akan informasi dan layanan pengiriman data yang cepat, praktis membuat orang akan memilih internet. Tuntutan gaya hidup akan jejaringsosial yang seakan menjadi ikon kehidupan bersosialisasi dalam duniamaya juga menjadi pemicu utama semakin tingginya pengguna internet.
Dahulunya warnet hanya dipenuhi oleh orang dewasa karena kebutuhan pengiriman data, sekarang sudah disesaki oleh pelajar dan mahasiswa, bahkan pelajar SD juga sekarang mengakses internet untuk tugas sekolah mereka.

Di sekolah sekolah yang dulunya mengajarkan keterampilan dasar untuk computer misalnya ms.office kini sudah merambah ke materi pengajaran tentang konten internet.
Jika dulu guru memerintahkan murid untuk mencari jawaban tugasnya dalam buku sumber hal itu kini beralih ke referensi di internet
Hari gini tidak kenal internet? Ah, Ndeso!
Seperti itulah pola hidup saat ini.

29 Januari 2012

Lomba 10 Hari Ngeblog: Semangat Volunteer di Akademi Berbagi

1 komentar

Baru saja melihat tayangan Tokoh Minggu Ini di Liputan 6 Siang SCTV. Bangga, terharu sekaligus excited. Ainun Chomsun, seorang ibu yang juga single parent  menjadi founder sekaligus volunteer Akademi Berbagi atau disingkat Akber, sebuah  organisasi nirlaba yang kini telah hadir di lebih dari 20 kota di Indonesia dan juga hadir di Singapura. Bahkan ada juga Akber Goes To school, membuka kelas Akber di sekolah-sekolah. Keren sekali, kan?! Pantas saja Mbak Ainun dan Akademi Berbagi mendapat penghargaan sebagai  The Most Inspiring Social Movement.
Bagaimana semangat seorang Ainun bisa mengembangkan idenya untuk berbagi ilmu ini, menginspirasi banyak orang untuk ikut serta dalam membuka ‘kelas’ di Kotanya masing-masing.
Banyak yang bergabung dan membuka Akademi Berbagi dari kota-kota besar di Jawa, Sumatra hingga ke daerah perifer seperti, Ende ini. Dan kelas-kelas di daerah kian bertambah seiring meningkatknya pemahaman orang akan kebutuhan berbagi ilmu gratis. Di NTT sendiri sudah hadir Akber Ende yang membuka kelas perdananya pada November 2011 kemarin. Menyusul akan dibukanya Akber Maumere, Soe dan Kupang.

Bagi Mbak Ainun dengan berbagi, kita ilmu kita akan semakin bertambah. Dan keinginan terbesarnya untuk dapat sukses mengadakan Local Leadership Day bagi seluruh Kepsek dan perwakilan volunteer Akber yang ada sehingga Akademi Berbagi makin solid, makin berkembang ke depannya nanti.

Dalam Akber terdapat seorang volunteer yang diangkat sebagai Kepala Sekolah, tugasnya membuka kelas dan mencari guru yang siap mengisi kelas. Dan dibantu oleh volunteer  lain untuk mengadakan announcement tentang dibukanya kelas, materi dan gurunya.
Para murid atau calon murid hanya perlu mendaftarkan diri dan hadir di kelas. menurut Mbak Ainun terdapat banyak kendala mengenai kehadiran ini, ada muridnya sudah mendaftarkan diri untuk dapat seat di kelas, lalu tiba-tiba membatalkannya. Sangat disayangkan jika kursi kosong sementara ada orang lain di luar sana yang sangat ingin mengikuti kelas, namun ketika mendaftar kelas sudah dinyatakan penuh.

Untuk daerah Ende, pada Akber Ende, kendala utama adalah kurangnya minat untuk belajar, serta minim sarana untuk announcement, volunteer selama ini lebih banyak mengajak person to person atau lewat jejaring social seperti Facebook dan Twitter. Malah sebagian orang mindsetnya masih dengan pradigma ‘untuk apasih ikut yang begituan, bikin capek-capek, tidak dapat uang’.  Masih ada yang melirik dengan sebelah mata. Sangat disayangkan memang. Untuk itu volunteer diharapkan tetap berjuang memerdekakan paradigm seperti itu dari benak masyarakat sehingga  masyarakat lebih terbuka dan maju. Tantangan berat untuk merubah pola pikir seseorang. Tapi disinilah totalitas dan loyalitas volunteer dibutuhkan.
Kadang kelas hanya diisi dengan tidak lebih dar 10 orang, sudah termasuk Kepsek, guru dan murid. Kelas tetap berjalan adanya. Kelas berjalan sesuai jadwal.

Mengenai Sang Guru yang diminta untuk menjadi pembicara ini bukan orang sembarang, melainkan orang yang berkompeten di bidang mereka masing-masing. Menjadi seorang guru tidak butuh title disini, yang terpenting adalah pengetahuan dan pengalaman. Dan tentu saja tidak ada fee apa-apa. Semua semata-mata berbagi untuk kebahagiaan dan kebersamaan.

Nah ternyata, masih banyak orang baik kan? masih ada ilmu yang bisa didapatkan dengan murah kan?
Mendapatkan ilmu bisa kapan saja, dimana saja dan dari siapa saja. Dan ilmu itu tidak harus mahal. Yang penting mau belajar. Belajar di Akademi Berbagi.
Ayo kita berbagi, karena berbagi bikin happy  :D

28 Januari 2012

Lomba 10 Hari Ngeblog: Nyanyian Senja

0 komentar
Akulah senja
Aku berwarna jingga
Aku bisa menghipnotismu dengan sejuta pesona
Kemarilah, lihat aku, rasakan cinta yang tak dingin tak juga membara

Aku adalah nyanyian yang tercipta dari rahim langit
Aku adalah konspirasi alam untuk mata manusia
Aku adalah tarian penjemputan datangnya malam
Aku adalah penanda waktu pada jiwa yang saling merindu

Aku bisa romantis
Seperti sebuah coklat pertama yang manis
Dan rona malu-malu pada pipi sang gadis
Aku bisa saja kelabu
Sperti deretan awan gelap di mata wanita memendam rindu
Dan yang kesepian menahan pilu
Aku ini cantik
Saat aku berada di batas langit dan laut tanpa riak
Dan membuatmu takjub tak terelak
Aku bisa membuatmu tercenung
Saat aku berpendar di antara rapatnya gunung gemunung
Sehingga kau sadar Tuhanmu yang agung

Akulah senja
Aku berwarna jingga
Aku bisa menghipnotismu dengan sejuta pesona
Kemarilah, lihat aku, rasakan cinta yang tak dingin tak juga membara

27 Januari 2012

Lomba 10 Hari Ngeblog: Dear Law Enforcers

0 komentar
Dear Law Enforcers,

Kalian yang mengingat, menimbang dan memutuskan, hormat kami untuk kalian. Terima kasih karena sudah menempati jabatan kalian masing-masing. Di pundak kalian kami serahkan keadilan untuk negeri ini. Di titah kalian, kami menanti jawaban.
Kami hanya orang kecil tak bermodal yang tak akan membuat kalian kaya raya. Kami hanya warga Negara. Kami hanya orang tak berpendidikan yang tak kan membuat pangkat anda meningkat.
Tapi kami juga manusia dan warga di negeri ini.
Kami juga menginginkan keadilan seperti yang kami dengar  di upacara bendera dan hari besar Negara ini, Keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia.
Apakah keadilan di negeri ini begitu mahal? Sampai kami yang tak berdompet tebal tak bisa membeli dan membungkusnya untuk dibawa pulang sebagai pembuktian kebenaran Pancasila yang kalian agungkan dan dengungkan. Atau mungkin kalimat ‘sakti’ itu sudah ditaruh di telapak kaki? Mungkin kah hanya materi dan relasi saja yang kini di hati?
Kami sering mendengar orang pintar lain berbicara ‘hukum di negeri ini tumpul ke atas, tajam ke bawah’.
Kami tidak mengerti. Batu asah manakah yang kalian pakai untuk senjata kalian ini. Kami penasaran. Apakah kalian asah dengan materi? Semoga saja tidak. Kami tahu kalian orang-orang terhormat. Kalian berpendidikan. Kalian punya Tuhan.
Jika memang kami yang di bawah bersalah, tentukan apa yang benar-benar pantas kami terima, begitu juga dengan mereka yang di atas. Bukankah atas atau bawah sama-sama warga Negara? Bukankah atas atau bawah sama di mata Pencipta?
Hanya kepada kalian kami menyerahkan keadilan kami di bumi ini, jika itu sulit, kami bisa saja bergerak untuk menghancurkan batu asah yang kalian gunakan.
Dan jika itupun tak cukup kuat untuk kami, Tuhan ada beserta kami. Keadilan yang seadil-adilnya akan kami serahkan padaNya.
Semoga kalian cukup ‘sehat’ untuk menyelesaikan masalah di negeri ini. Sehingga sebagian dari kami tidak perlu sakit hati, memaki, mungkin melempar belati atau bunuh diri.

Sincerely,
Catoninetails


26 Januari 2012

Lomba 10 Hari Ngeblog: Selamat Menempuh Hidup Bersama Orang Baru

0 komentar
Selamat menempuh hidup dengan orang baru

Sepupuku,
Hidup akan tetap sama
Akan tetap berliku, akan tetap berbatu
Ini hanya tingkatan hidup
Tapi kau mulai bersama orang baru
Yang bisa bersama sepayung saat hujan
Yang bisa bersama sesampan saat banjir menggenang
Yang bisa kau gelayut saat tak kuat berjalan
Berbahagialah…

Selamat menempuh hidup dengan orang baru
Sepupuku,
Berbahagialah
Persembahkan surga dalam istanamu yang baru
Berikan cahaya sebagai penerang istanamu
Ciptakan sejuk yang meredupkan panas dan mencairkan dingin
Biarkan hidup dengan orang baru ini tetap terasa baru selamanya.
Seperti buku yang kau suka Cinta Khadijjah Pada Nabi Muhammad

Disini,
Aku berdoa untukmu dari jauh
Tak terbatas pada rentang jarak Ende-Bima
Doaku agar bahagia sepanjang jalan hidup bersama orang baru 

*happy wedding, kak Ani.  Semoga sakinah, mawardah warohmah.

25 Januari 2012

Lomba 10 Hari Ngeblog: Mungkin Semua Pernah Alay

0 komentar
S4ya ch4yanK Kamoeh Ch3Lam4naH

Inilah fenomena alay yang marak dibicarakan. Saya sampai sekarang tidak mengerti dengan artian alay yang sebenarnya. Apakah alay ini ada di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia atau tidak, saya juga belum tahu.
Mau disebut apapun juga tulisan dan gaya bahasa yang seperti ini bagi saya hanya memuat saya pusing dan mual. Entah kenapa semakin berkembangnya jejaring semakin menunjukan kemunduran orang dalam berbahasa.

Kita biasa melabeli abege atau remaja yang bisanya menulis status facebook mereka denga tulisan alay dan dengan bahsa yang aneh-aneh dengan predikat ababil. Yah memang mungkin labil, belum dewasa. Masih bergejolak.
Tapi pada kenyataan yang didapati bahkan orang dewasa yang seharusnya ‘dewasa’ juga alay. Saya pernah bertanya kepada mereka dan jawab mereka itu tulisan seperti itu adalah kreatif. Dan itu hak mereka untuk menulis kreatif sperti itu.
Yah tidak ada larangan memang, tapi kasihani mereka yang membaca tulisan tersebut harus berpikir keras untuk menuntaskan kata demi kata, menemukan maksud kalimat. Dan memang tidak ada nilai estetikanya. Bahkan terkesan memalukan jika dilihat orang yang mencintai tulisan.
Saya bahkan tidak mengerti ketika penggunaan tanda baca yang tidak seharusnya dipakai seperti  Aqoe.ciNt4.kAmo3.
Spasi digantikan dengan tanda titik.
 
Saya miris ketika membuka halaman jejaring social saat saya lihat abege di kota saya ini, bukan hanya abege sih sebenarnya, mereka mencoba gaul dengan gaya tulisan alay, bahasa kasar dan maki-makian, ratapan dan bahkan pernah saya temukan status yang ingin bunuh diri dan bosan hidup.
Ya, Tuhan. Mereka ini orang terpelajar dan mungkin nilai bahasa Indonesia mereka selangit. Bagaimana jika mereka menulis skripsi mereka dengan tulisan seperti itu? Atau mungkin menulis sebuah buku?
 
Mungkin semua pernah alay, sengaja ataupun tidak, tapi sudah seharusnya kita move on. Mulailah menulis dengan baik dengan tanda baca yang baik.
Tulisan mereka, bahasa mereka menunjukan seperti apa mereka. Semua kita pernah alay dan besar harapan semoga mereka akan berubah. Semoga anak NTT bisa belajar dan mulai menulis dengan baik dan benar sekalipun di dalam status jejaring social.

24 Januari 2012

Lomba 10 Hari Ngeblog: Curhat Donk - Edisi 4

0 komentar
Curhat Dong!

Eh, udah edisi ke-empat yah? Doh.. makin lancar ajah nih. Curhatnya, curahan hajat! Hehehe
Ini  bukan kejadiannya sama saya, ini ceritanya temen saya yang beda shift kerja.
Saya nulis disini karena ini lucu dan terjadinya masih di sekitar saya.

Ceritanya ada klien yang datang dengan gangguan eliminasi urin, bahasa tidak ribetnya yaitu Susah Buang Air Kecil. Jadi kami harus memasang selang kencing di –maaf-anunya.
Setelah berhasil memasang selang dan disambung ke kantong urinenya, kantong tersebut penuh karena memang kandung kemih klien dalam posisi penuh.
Rekan ini lantas meminta keluarga pasien untuk mengambil pispot untuk membuang urine yang ada di bag itu.

“Pak, tolong ambil pispot di wc khusus pasien sana. Untuk kita pakai buang kencingnya,” ujar rekan kerja saya.

“Oh, iya, Bu.”

Tidak lama kemudian masuklah si Bapak-keluarga klien yang tadi. Si Bapak dengan sekuat tenaga tampak berat menganggkat sesuatu. Wajahnya seperti atlet angkat besi lagi nyengir  tahan kentut waktu sementara ngangkat besi.
Rekan-rekan saya tidak begitu memperhatikan lagi karena sibuk sama pengunjung lain juga.
Kucluk-kucluk si Bapak datang ke teman saya, “Ibu, itu sudah ada di ruangan.”

“Ah ya, mari pak saya kasi tunjuk cara buangnya.”
Temen saya dan si Bapak ke ruangan dan jreeeeennng!! Kaget temen saya.

“Lho  Pak? Ini Pot! Kenapa Bapak ambil Pot bungaaaaa???” heboh temen saya dengan ekspresi kaget dan geli bercampur  satu. Yang ada disitu adalah pot bunga besar yang ada di teras depan sana lengkap dengan bunganya juga.

“Aduuuh, Ibuu. Saya kira Pot tadi.” Si Bapak juga kaget dan sedikit malu.

“Bapak ee tadi saya bilang pispot. Kalo juga saya salah sebut pot, naa buat apa juga dengan pot untuk buang kencing.” Masih dengan menahan ngakak untuk tidak pecah di depan si Bapak dan keluarga klien lainnya.

“Mungkin mau kasih subur bunga.” Jawab si Bapak kalem


*gubrak*

Pesan moralnya:
Kalo mau menyampaikan sesuatu lihat sama tingkat pengetahuan dan daya tangkap, jika perlu dijelaskan dengan kata atau kalimat yang sesederhana mungkin, secara detail.
Dan kalau mendengar informasi yang dirasa tidak jelas dan tidak nyambung sama sikon yang ada silahkan bertanya, jangan malu bertanya jika tidak ingin angkat pot bunga. Heheh :p



23 Januari 2012

Lomba 10 Hari Ngeblog: Selamat Imlek

1 komentar
Gong Xi Fa Cai
 
Selamat Imlek 2563 buat yang merayakan.
 
Di Indonesia, tahun 1968-1999 perayaan Imlek dilarang dirayakan di depan umum. Melarang segala yang berbau Tionghoa, di antaranya Imlek. Dengan Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967 rezim orde Baru di bawah Pemerintahan Presiden Soeharto.
Teringat dulu sewaktu kecil tidak pernah mengenal istilah Imlek, Angpao, Barongsai, Cap Go Meh, istilah tahun-tahun Cina dan lainnya. Kalaupun dengar hanya sepintas lalu kemudian hilang, seperti bukan suatu hal yang spesial.
Sekalipun masyarakat keturunan Tionghoa sudah berabad-abad lamanya di Indonesia mereka terpaksa untuk asimilasi budaya. Pemerintahan dulu yang hanya mengakui 5 agama saja yaitu Islam, Kristen Khatolik, Kristen Protestan, Hindu dan Budha. 

Tahun berlalu dan pada saat kepemimpinan Gus Dur mulailah ada perubahan. Masyarakat Tionghoa patut berterima kasih pada Alm. Gus Dur, karena pada masa Pemerintahannya, Konghucu diakui sebagai agama resmi yang diakui oleh Pemerintah. Menjadi agama keenam.
Pada tahunn 2000 Presidan Abdurahman Wahid mencabut Inpres No.14/1967 itu. Serta menyatakan Imlek sebagai hari libur fakultatif. Kemudian pada Pemerintahan Presiden Megawati Imlek menjadi salah satu hari libur nasional pada tahun 2003.
 
Sejak saat itu perayaan Imlek mulai dikenal masyarakat luas. Segala adat istiadat keturunan Tionghoa yang merupakan minoritas mulai dirayakan dengan meriah tanpa takut dilarang lagi seperti dahulu. Perayaan Imlek dirayakan dengan meriah di setiap daerah. Tradisi bagi Angpao yang semula tak pernah dikenal kecuali dalam lingkaran masyarakat Tionghoa itu sendiri, kini dikenal oleh masyarakat luas.
Seni Barongsai juga ikut melejit setalah Alm. Gus Dur mengeluarkan pernyataan bahwa nenek moyangnya juga keturunan Tionghoa. Beliau juga bersuara bahwa apa bedanya pribummi, keturunan Cina, Arab, India di Indonesia? Semua sama-sama warga Negara Indonesia yang memperjuangkan bangsa ini.
 
Terlepas dari itu semua banyak orang berbicara mengenai perayaan Tahun Baru Imlek dan kebanyakan dari mereka mengatakan bahwa Tahun Baru Imlek merupakan perayaan bagi suku keturunan Tionghoa.
Hal tersebut memang benar adanya, tapi perlu diketahui Imlek manjadi hari libur Nasional adalah untuk melengkapi hari libur perayaan keagamaan 6 agama di Indonesia.
Islam dengan Idul Fitri, Kristen dengan Natal, Hindu dengan Nyepi, Buddha dengan Waisak dan Khonghucu yaitu Imlek.
 
Bayangkan jika suku-suku di Indoneia yang jumlahnya ratusan menginginkan perayaan atau hari besar sukunya menjadi hari libur Nasional. Setahun, 365 hari semua akan menjadi tanggal merah.
Jadi Imlek adalah hari raya keagamaan Khonghucu bukan tradisi Tionghoa saja.


22 Januari 2012

Lomba 10 Hari Ngeblog: Fix You

0 komentar
When you try you best, but you don’t succeed
When you get what you want, but not what you need 
When you feel so tired, but you can’t sleep
Stuck in reverse

When the tears come streaming down your face
When you lose something you can’t replace
When you love someone, but it goes to waste
Could it be worse?

Light will guide you home
And ignite your bone
And I will try to fix you
….
Fix You – Coldplay

Lirik lagu ini sederhana tapi penuh makna.
Dalam hidup tidak semua yang kita harapkan bisa terwujud. Tidak semua yang kita rencanakan berjalan mulus seperti yang kita perkirakan. Saat kita gagal, saat kita lelah, saat kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan, saat kita kehilangan.
Kita merasa  bahwa dunia ini menyesakkan, dunia ini jahat dan tak adil. Kita bersedih dan kita menangis. Kita ingin menjauh dan menghilang. Tapi seharusnya kita sadar bahwa ada seseorang yang ingin menjadikan kita baik. Ada orang yang tidak ingin melihat airmata kita ada.
Ada tempat saat kehadiran kita tidak diinginkan, dijauhi dan kita ditolak, rumah selalu menerima kita kembali. Sejauh mana kita terpuruk dan berlari dari kenyataan, rumah akan selalu menanti kehadiran kita, dengan sendirinya kita lelah akan dunia luar dan kembali mengharapkan kehangatan yang ada di rumah. Perasaan akan menuntun kita untuk kembali ke rumah, tempat kita berlindung dari penat dan kejamnya kehidupan di luar sana. Sekalipun kita tidak bisa bersembunyi dari kenyataan. Tapi kita tahu, kita terlindungi. 
Saat kita ingin menghilang sesungguhnya kita sangat ingin ditemukan. Saat kita menangis sesungguhnya kita membutuhkan seseorang untuk meredakan tangis kita. Kita selalu membutuhkan orang lain. Kita tidak bisa sendiri. Takkan pernah bisa. Orang lain itu bisa orang tua, kakak-adik, teman atau mungkin kekasih dan tentu saja ada Tuhan.
Terkadang kita memang ingin sendiri, tapi tidak akan lama karena kita hakikatnya membutuhkan orang lain termasuk untuk menyembuhkan luka, kecewa dan sakit hati.
Kita membutuhkan orang yang memperhatikan kita. Kita membutuhkan orang yang mengingatkan kita. Kita membutuhkan orang yang menyembuhkan kita.

Saya suka lagu ini, saya suka musiknya dan tentu saja liriknya.
Saya ingin dinyanyikan oleh orang yang peduli saya jika saya kehilangan arah dan kelelahan dengan semua permainan hidup.


21 Januari 2012

Lomba 10 Hari Ngeblog: It's Beginning

0 komentar

19 Januari 2012

Stop SOPA

0 komentar
Imagine A World Without Free Knowledge

saya ngeri membayangkannya!
boleh saja anti piracy, tapi ini... sperti ini namanya mematikan liberty.
tidak ngerti deh sama peraturan dan omong kosong tentang Stop Online Piracy Act.
pokoknya saya tidak suka, tidak setuju!
maaf, saya harus pasang Stop SOPA juga :p

03 Januari 2012

Curhat Dong! -edisi 3

3 komentar
Curhat donk, edisi 3 nih.
Haha sepertinya makin rajin #nyampah aja nih disini.
Kali ini curhatnya yang ringan-ringan saja ah tentang pengalaman di tempat kerja. Mau sedikit sombong dulu. Hehee

Jadi hari itu saya lagi shift pagi. Lagi ramai-ramainya saat itu.  Dan mood saya yang sering acakadut dan naik turun ini sedang tidak pada tempatnya.
Datanglah seorang klien dengan keluhan keseterum di tangan. Combutio Grade I. ruam merah dan sedikit melepuh di tangan. Kecelakaan kerja.
Setelah pertolongan pertama dilakukan dengan kompres NaCl pada tangan si klien saya melakukan anamnesa istilah awamnya semacam pengambilan data gitu.

Saya       : “Nama bapak siapa?”

Dia          : “E*** “

Untuk selanjutnya kita sebut saja Epen biar lebih gampang gitu. Masa mau sebut E-bintang-bintang-bintang-bintang?? Tidak keren sekaleh! Eh, Epen? Emang PENting?

Saya       : “Alamatnya dimana?”

Epen      : “Di Jalan Wirajaya.” *dengan mimic muka meringis menahan pipis eh perih, dan malu-malu.

Saya       : "Umurnya sekarang berapa?" *masih mencoba ramah dengan kondisi mood yang tidak enak*

Epen      :  "28, mbak."

Idih! Kenapa saya dipanggil, mbak. Mentang-mentang tampang situ mas-mas. Tapi tidak apa deh, daripada panggilnya Yang. Eyang.

Saya       : “Pekerjaan apa?” *sengaja tanya padahal udah lihat seragam kerjanya. hehee*

Epen      : “Gawe BUMN, mbak.” *masih dengan wajah meringis nyeri dan malu-malu singa.

Baru mau bertanya ke jenjang pertanyaan selanjutnya teman-teman Epen datang beramai-ramai, solidaritas sesame Pasukan dengan lambang petir di dada. Dengan tulisan ‘awas tegangan tinggi’ Hihii :p
Masing-masing orang ingin menbgecek sendiri  keadaan temannya yang baru saja kesetrum listrik tegangan tinggi. Mereka bertanya dan mengecek tangan si Epen yang melepuh dengan seksama dalam tempo selambat-lambatnya.
Sementara saya jadi tersisihkan. Ciieeehhh.. tersisihkan. Halah! Terabaikan.

Saya       : “Maaf, saya mau kaji data pasien dulu.” *mencoba masuk membubarkan kehebohan itu*

Beberapa orang mundur perlahan dnan keluar dari ruangan, beberapa masih setia  menetap di samping tempat tidur.

Saya       : “Pak, sudah menikah?”

Epen      : “Belom mbak.” *wajah tersipu-sipu kek siput direbus* “masih mencari nih.”

Idih! Apa kamsud itu ekspresi dan jawaban yang tidak dibutuhkan dalam pendataan. Cukup jawab aja belum. Mendengar jawaban itu kontan teman-teman setiapnya nyambar dengan berbagai komentar.
Ada yang bilang kek gini “Udah, kalo suzternya masih single, sama suster aja.” Lha, ini apa lagi coba. Mau cari racket nyamuk ah buat setrum tuh bibir yang suka asal. Hihihii… ngeri juga kalo dibayangin.
Setelah tanya jawab selasai, krim luka bakar yang baunya kayak selai kacangtadi diresepkan sudah hadir. Saatnya pengolesan.
Jadi ini ceritanya saya yang mengoleskan krim itu di tangan si Epen, disaksikan oleh semua temen-temen dan juga bosnya yang baru saja datang. Dan lagi-lagi kicauan selalu ada.

“Wah, Epen! Senang ee tangan kau dipegang-pegang cewek.”

Saya       : *senyum* (dalam hati) ah saya buka cewek kok saya cowok yang lagi nyamar saja.

“Epen, tadi kau pegang kabel, sekarang dipegang cewek.”
Saya       : *masih senyum* (dalam hati) saya juga bisa menyetrum kalau saya mau. Tegangan saya juga tinggi.

“Epen, kalau kayak begini pasti kau mau kena setum terus datang sini lagi kan?”

Saya       : *tetap senyum* (dalam hati) ho’oh datang ajah. Asal jangan kesetrum ampe angus saja. Rambut berdiri tegang, muka gosong :p

Setelah tindakan dan admisnistrasi beres, si Epen beserta rombongannya pamit pulang. Kehebohan pun mulai surut seketika.
Menjelang tengah hari saat klien yang berkunjung mulai sepi, saya dan teman-teman duduk rehat nyambi makan goreng pisang.
Tiba-tiba hape saya berbunyi.
Sms dari nomor tak dikenal. Nomor baru.

Ini Fauwzya kan?

Hadeh. Nomor baru tanpa pemberitahuan identitas itu sesuatu. Kadang saya malas sekali tanggapinnya. Bukan apa, kadang orang hnya sekedar usil atau hanya niat mau kerjain saja.
Saya mengetiik balasan. Berpikir mngkin kali ini ada yang penting. Who knows.

Iya, maaf ini siapa?

Tidak berapa lama bunyi sms masuk lagi. Balasan dari nomor baru itu.

Thanks yah sudah rawat tangan aku.

Mendadak saya ngakak. Teman-teman saya kaget. Saya membaca ulang isi pesan singkat itu. Ah ini, tidak lain dan tidak bukan si Epen itu. Langsung deh kor cieeee-cieeee andalan digaungkan di ruangan itu.
Hahahaaa
Ada-ada saja. jejaring di Kota sekecil Ende ini ya ampyun. saya jadi curiga, tersangka utama yang memberikan nomor hape saya adalah tetangga saya yg saya lihat masuk dalam kelompok penggembira si Epen itu tadi.
Seorang senior kasih saran, udah balas saja itu pesan dengan. “Iya, sama-sama. Itu sudah jadi tugas saya kok.” Tapi saya merasa itu terlalu lebay.
Makanya Cuma ketik

Iya, sama-sama.

And the stories end. sampe jumpa di curhatan berikutnya....
*nyari raket nyamuk*




01 Januari 2012

Page 1 of 366

0 komentar
Januari datang lagi, sayang. 

Jika kau bertanya apa pengharapan saya untuk tahun ini, saya bingung, terlalu banyak dan tidak bisa saya sebut resolusi. Saya tidak merayakan tahun baru. Saya tidak membuat resolusi. Bagi saya hidup ini tidak hanya tentang resolusi di malam tahun baru. Bagi saya setiap detik itu ada pengharapan untuk detik berikutnya.

Apa saya orang yang tidak punya rencana tentang hidup? 
Tidak, sayang. Tidak sepenuhnya begitu. Tentu saja saya punya, hanya saja saya tidak mau rencana itu menjadi mentah lantaran harapan dan kesempatan yang tidak sejalan. Jadi saya tidak ingin sesumbar. Berjanji lalu dilupakan. Bicara lalu menghilang. Saya berusaha dan saya juga beradu dengan takdir.

Berbicara tentang harapan, sebelum menutup mata dan sesudah membuka mata di pagi hari saya selalu punya harapan dan doa. Rencana sudah pasti ada. Tapi kadang sesuatu yang berjalan tanpa rencana juga bukan hal yang buruk, malah kadang lebih berkesan dibanding hal sudah direncanakan.
Saya mengalami banyak hal indah yang tidak saya rencanakan, sayang.
Dan banyak yang saya rencanakan berujung kecewa.
Apapun yang terjadi nantinya….

Yah, Bismillah sajalah untuk 2012.

Page 1 of 366