09 September 2012

Si Mahal Kembo

3 komentar

Saya dan Zawo Kembo

 Sebagai gadis Ende saya merasa gagal.


Kamis (6/9) kemarin di tempat kerja mengadakan lomba dalam rangka HUT gitu, jadi peserta lomba ini mengenakan pakaian adat daerah. Seorang Ibu di tempat kerja menghampiri saya saat saya sedang merapikan sarung Ende yang saya kenakan.
“Ini zawo Kembo kan? harganya sekarang su dua jutaan kan?” (Zawo=Sarung Ende)
Saya hanya tersenyum. Tersenyum karena saya tidak tahu tentang motif dan jenis sarung yang saya kenakan. Apalagi harganya.
Pulang ke rumah saya memastikan sarung yang dipijamkan Mama itu adalah sarung Kembo. Dan Mama mengiyakan.

Hah? Kenapa sebuah sarung Ende bisa semahal itu? Padahal dari motif dan penampakannya biasa saja..

07 September 2012

Nirvana Riung: Diabadikan Untuk Dibagi

2 komentar
Masih tentang Nirvana Riung.... 

Ini hasil capture dari pocket Nikon saya nih. bukan fotografer apalagi model. tapi apa artinya ke surga kalau tidak ada bukti untuk dibagi.
bilang narsis juga tidak masalah deh.
Iri boleh, kepengen ke sini juga boleh...
hihiii :p

Baru menempuh perjalanan jauh, sudah langsung siap menuju pulau. *pasang radar neptunus*

 
mau gaya ala titanic tapi ngeri :p

 
Kak Rustam pasangin kaki katak, trus encim Tuteh jalannya mundur-mundur ke laut :p

Sebuah Nirvana Kutemukan di Bumi Riung

4 komentar

Menjejaki Nirvana di Pulau Tiga
Seminggu yang lalu bermimpi tentang tiduran di pantai pasir putih menunggu senja. Dream believe and make it happen!
Akhrinya setelah izin dan rencana perjalanan yang sempat nyaris cancel karena berbagai hal Banyak yang sebelumnya pergi malah cancel, tidak mendapat tumpangan, ada yang mendaak ada acara, ban motor pecah di jalan pun.  
Hari pertama di bulan September ini dihabiskan di Riung! Yay!
Setelah berjam-jam melewati jalanan trans Flores, Ende-Mbay-Riung yang sungguh aduhai berkelok, tebing, jurang, berlubang, berdebu dan ternak yang nyebrang tanpa lihat kanan kiri, akhirnya sampai di bungalows Nirvana Riung milik Kak Rustam―salah satu BF encim Tuteh. BF disini best friend lho yah, bukan boy friend :p
Sempat singgah di Mbay bertemu encim Tuteh yang sudah menunggu kami (saya , kak Oka, Mas Ryan dan dokter Zaid) di rumah Iwan, ponakan Encim―yang sudah berbaik hati menyiapkan sarapan dan melanjutkan perjalanan ke Riung. 
Dari Ende jam 6 pagi tiba di Mbay tepat jam 9. Rehat dan melanjutkan perjalanan ke Riung melewati barisan bukit yang tampak coklat kekuningan dengan petak hitam di beberapa tempat, bekas terbakar. Padahal biasanya bukit itu hijau seperti bukit Teletubies. Musim kemarau dan bakar lahan mulai datang.  Sabana stepa tidak tertolong.
Kami tiba di Nirvana Riung Bungalow pukul 11.30 siang. Langsung bersiap-siap menuju gugsan pulau cantik itu. Peralatan snorkeling, konsumsi dan kamera siap. Perahu motor pun siap. Let get to the heaven on earth! Lelah berjam-jam bermotor langsung hilang.