11 Desember 2012

Day 9: Senja Lasiana Dan Angan Tentang Pantai di NTT

0 komentar
Pantai  Lasiana adalah pantai pasir putih dengan seluas kurang lebih 1 km di kelurahan Oenesu, Kupang. Kalau dari kota Kupang sendiri bias di tempuh dengan angkot atau ojek.
Ini termasuk kali kedua saya ke sana. Semasa SD pernah diajak wisata oleh Om, mencicipi minuman yang baru saja disadap dari pohon lontar dalam mangkuk kecil yang terbuat dari lontar, serupa sasando. Ya! mirip mangkuk lontar di alat musik Sasando, hanya saja ukurannya lebih kecil.
Kali ini saya kembali diajak oleh Mbak Rara @raraciel untuk memburu senja di sana. karcis masuk dibayar dan kami masuk, singgah di OCD café, sebuah beach café yang berdiri di antara barisan pohon lontar─untuk sekedar menyapa pemilik café yang mana adalah kenalan Mbak Rara.

Lasiana: Sand and Palm


Di hadapan sana, sepanjang pesisir terbentang barisan pohon lontar dengan latar belakang langit sore yang mulai menua. Senja. Lasiana memang ramai. Turun ke pantai pasirnya suasana mendadak riuh.
Bocah-bocah yang asyik masyuk bermain bola di pantai. Pasangan-pasangan penuh cinta yang sekedar menghabiskan waktu berdua, keluarga yang sengaja mengenalkan laut pada bocah mereka..

candid: yellow couple

Senja memang selalu indah, tidak peduli di pantai mana ia ada.
Bola jingga kemerahan itu perlahan turun di balik tanjung tak jauh dari kawasan pantai Lasiana. Merahnya sempurna hingga hitam mengambil alih langit. Suasana yang seolah-olah memanggil sisi sendu sekaligus melankolis. Apalagi OCD café memutar lagu-lagu yang membuat hanyut samil menikmati kelapa muda. Maka nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan, teman?

senja ini jingga sempurna!


Seperti kebanyakan pantai di NTT yang cantik dan ramai, di situ juga banyak sampah berserakan. Banyaknya pengunjung juga berbanding lurus dengan banyaknya sampah.
Teringat pada teman, bule Belanda yang mengkritik sampah di pantai Ende, saat kami duduk bersama menikmati senja turun. Teringat juga pada bule Perancis yang membawa serta sampah plastic dari laut setelah snorkeling di spot sekitaran Pulau Tiga, Riung.
Harusnya kita mulai berbenah diri, mengingat tahun 2013 nanti akan ada event besar yaitu Sail Komodo. Mungkin Pemerintah Provinsi dan Daerah bisa mengambil kebijakan tertenttu menyangkut sampah di sepanjang pantai NTT yang sebenarnya cantik ini. Ya, mungkin kebijakan yang juga melibatkan masyarakat sekitar pantai ataupun tempat wisata pantai dan taman laut bisa lebih peka akan sampah.
Sampah itu masalah. Masalah dalam konteks dibuang tidak pada tempatnya.
Ah, saya  jadinya terlalu banyak bercuap-cuap tentang sampah di sini. Hihiii.. kedengaran seperti Duta Sampah NTT :P
Teringat pula perkataan seorang teman saat nongkrong di Pantai Tedys, Kupang, saat melihat teman nongkrong kami membuang  tongkol jagung bakar ke arah laut.

After Sunset, Lasiana

“Eh, basong kalo sonde bisa pi sapu laut, sonde boleh buang sampah pi laut lai!”

Coba ya semua orang NTT berpikiran seperti itu. Bisa menjadi polisi sampah untuk sesama. Pemerintah tidak perlu membuat peraturan denda membuang sampah atau apa gitu..
Oh, seandainya… 

OCD cafe, Lasiana