09 Januari 2013

Day 10: Flobamora Community di Dusun Flobamora

0 komentar
Tidak pernah terpikir dalam rangkaian perjalanan ini akan ada kopdar dengan orang-orang keren di Kota Kupang.
Bertemu aktivis LSM, bertemu teman komunitas sastra dari Rumah Poetika, dikenalkan dengan Geng Motor Imut yang berhasil memenangkan berbagai penghargaan atas penemuan mereka, bertemu teman-teman yang bekerja sama dengan Mira Lesmana dalam pembuatan film Atambua 39˚ dan bertemu dengan teman-teman dari  Komunitas Sastra Dusun Flobamora.

Salah satu member Dusun Flobamora juga merupakan member Flobamora Community, komunitas blogger NTT. Satu komunitas dan berada di satu kota adalah ajang kopdar. Adalah Kaka Dicky Senda sang penulis antalogi puisi Cerahati yang juga member Flobamora Community ini bersama saya dan encim Tuteh berencana untuk nobar Linimassa 2. Kaka Dicky Senda ini selain sebagai guru konseling di salah satu SMP swasta di kota Kupang ternyata juga aktif di Komunitas Sastra Dusun Flobamora yang terkenal dengan jurnal sastra mereka yaitu Jurnal SantarangSabana Lontar Karang.
seriusnya encin tuteh dan kaka dicky ini...

Ternyata warga Dusun Flobamora menyambut baik itikad itu dan terselenggaralah Nobar Linimassa 2 Komunitas Blogger NTT Flobamora Comunnity dan Komunitas Sastra Dusun Flobamora di aula Penginapan Keuskupan Kupang, markas besarnya Dusun Flobamora.
Acara nobar berlanjut hingga sajian camilan jagung titi pedas asin yang menggiurkan dan suguhan ubi rebus dan samba yang nikmat dari warga dusun.
Warga Dusun, begitulah sebutan buat member komunitas sastra itu sangat antusias saat sesi diskusi mengenai film Linimassa 2. Wah, para sastrawan ini memang kritis. Pertanyaan maupun masukan muncul di sana-sini, saya dan encim Tuteh menjawab dan membagi apa yang kami tahu.



Berhadapan dengan sastrawan memang sesuatu. Pola dan etetika berbahasa saya yang parah ini cukup mengkhawatirkan, apalagi saya tipikal orang yang tidak begitu suka berbicara banyak di public. Hihiii..
Saya memang bukan sastrawan tapi menjadi penikmat karya sastra itu sudah cukup berkah.
Sebelum pamit saya juga dihadiahkan satu Jurnal Santarang dari Romo Amanche. Keren!
Sudah dikasih waktu dan tempat, kami juga diberikan hadiah jurnal sastra. Terima kasih warga Dusun Flobamora, semoga sukses dengan misinya memajukan sastra NTT.
Sampai jumpa lagi :D

bersama Romo Amanche dan Jurnal Santarang :D