05 September 2013

Sedikit Salam dari Rokatenda untuk Sail Komodo

0 komentar


NTT sedang bergairah. Geliat Sail Komodo menyedot perhatian tidak hanya dari kalangan masyarakat, pejabat, pelancong tapi juga pers. Traffic perjalanan menuju Labuan Bajo sebagai finish Yacht Rally dan puncak dari serangkaian acara dalam Sail Komodo ini meningkat tajam.  Dikabarkan bahwa RI 1 dan 2 beserta beberapa Menteri dan Dubes akan hadir di acara puncak ini. Tentu saja ini hal yang membanggakan untuk NTT.

Pelepasan yacht rally sebagai kegiatan inti dari Sail Komodo 2013 ini dilakukan oleh Menko Kesra H.R. Agung Laksono selaku Ketua Panitia Pengarah Sail Komodo 2013 di Kupang, Nusa Tenggara Timur (3/8). Menko Kesra yang didampingi oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Menteri Perhubungan serta Menteri Perumahan Rakyat  menjelaskan bahwa bagi NTT sendiri, event yacht rally sangat berarti bagi pengembangan pariwisata daerah dan diharapkan dalam 3 hingga 4 bulan pelayaran ke depan, para yachter diharapkan dapat menyinggahi 21 kabupaten/kota dan menikmati eksotisme alam NTT sehingga dapat memberikan dampak langsung bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir yang tinggal di wilayah setempat.

NTT dan event berskala internasional tahun ini diselenggarakan dengan cukup meriah. Dilihat dari berbagai festival pra event Sail Komodo sendiri hingga event yang akan dilaksanakan pada hari-hari puncak nanti 11-14/09 hingga bulan berikutnya begitu banyak sususan acara. Yah meskipun gaung ke luar dirasakan masih kurang jika dibandingkan promosi Sail Morotai tahun lalu.  Seperti yang dilansir rumahalir.or.id, Gubernur NTT Frans Lebu Raya saat membuka Rapat Forum Koordinasi Daerah untuk Pelaksanaan Sail Komodo 2013 di Hotel Sasando Internasional mengatakan Provinsi melalui APBD menganggarkan Rp 83.208.537.750 untuk menyukseskan Sail Komodo yang terpetakan dalam 13 SKPD di NTT. Selain itu ada 16 kementerian yang terlibat untuk pelaksanaan Sail Komodo 2013. Masing-masing kabupaten/kota menyiapkan penyambutan Sail Komodo, tour wisata, pagelaran budaya dan hiburan umum, gala dinner, penyediaan air bersih, BBM non subsidi, money changer, dan laundry.

Beberapa hari lalu juga peserta Sail Komodo juga menepi ke kabupaten Ende, tepatnya di Maurole yang berada di sebelah utara kabupaten Ende. Maurole adalah kota kecamatan yang memiliki waktu tempuh kira-kira 3-4 jam dari kota Ende.
Maurole juga merupakan tempat pengungsi Rokatenda bergelung. Tenda-tenda yang didirikan di tepi pantai dan rumah huntara beralas pasir pantai menghiasi pesisir Maurole. Pun tidak jauh dari titik persinggahan para yachter. Di sebagian titik pengungsi sudah mendiami huntara beralas pasir pantai berdinding bambu cincang. Sebagian lagi masih tidur di dalam tenda dari tarpal bantuan. Sungguh menyedihkan.

Bahkan beberapa minggu lalu di pertengahan Agustus seorang koodinator pengungsi desa Mausambi menghubungi komunitas Blogger NTT, Flobamora Community bahwa mereka kehabisan stok beras.  Ironis memang jika dilihat dari banyaknya dana APBD yang dikucurkan untuk perhelatan wisata ini. Juga mengingat di setiap titik perhentian Rally Yacht infrastruktur diperbaiki dan diadakan acara penyambutan hingga perjamuan makan yang wah. Sementara pengungsi Rokatenda masih ada yang mengeluhkan kehabisan beras.
Ketika kami mengantarkan bantuan tahap 14 yang masuk melalui komunitas Flobamora Community (18/8) pengungsi masih juga mengeluhkan belum adanya bantuan yang datang setelah erupsi terakhir.  Erupsi ini yang menimbulkan gelombang pengungsi baru dari pulau Palue ke daratan Flores. Di beberapa lokasi pengungsian memang terdapat penambahan jumlah pengungsi. Di Mausambi sendiri terjadi penambahan 96 jiwa pengungsi baru dan lokasi pengungsian Tanjung dan Aewora sebanyak 7 kk. (data Flobamora Community per 18/8) Ini yang bisa direkam dari pengungsi Rokatenda di wilayah kecamatan Maurole, Kab. Ende. Bagaimana dengan yang di Maumere, Kab Sikka? Bisa dicaritahu sendiri.

Plan percepatan pembangunan ekonomi Indonesia yang diusung dalam Sail Komodo ini diharapkan dapat benar-benar dirasakan masyarakat NTT begitupun dengan para pengungsi.
Yah. Semoga pengungsi Rokatenda tidak kelaparan (lagi) di tengah semarak perhelatan besar Sail Komodo. Semoga Sail Komodo juga bisa dijadikan momentum untuk mengingatkan masyarakat, pejabat dan penguasa di sana tentang Rokatenda dan pengungsi di NTT yang sudah hampir setahun ini menderita.

Sedikit salam dari Rokatenda untuk Sail Komodo

9 bayi Pengungsi Terserang Gizi Buruk:
http://www.tribunnews.com/regional/2013/08/30/sembilan-bayi-pengungsi-terserang-gizi-buruk

Penduduk Palue Terancam Kelaparan:

Pantai Aiwora. Ende; 60 jiwa pengungsi tidur di tenda bantuan gereja beralaskan pasir laut

Korban Rokatenda Minum Air Keruh
http://rumahalir.or.id/korban-rokatenda-konsumsi-air-keruh/


03 September 2013

Senja Bulan September

0 komentar
aroma senja bulan September datang menerpa
datang bersama angin kering dan dedaunan kuning
debu dan rindu sama menggebu
di jalanan, di halaman

pada musim yang setia bergilir
ku titipkan salam sehangat matahari sore bergulir
ku haturkan sayang yang berbulir-bulir

pada apa yang mereka percaya ini kemarau
lalu doa dipanjatkan hingga parau
di kapela, di surau
aku selipkan rindu untuk engkau

senja September yang datang bersama ombak setinggi tinggi
menepikan bayangmu di pemecah ombak yang persegi
di dermaga kau ada lagi
horizon warna pelangi

ah, senja bulan September.
musim punya pergantian.
dan ini manusia punya penantian.

Ende, September 2013

*tulisan ini sebagai kemoceng buat bersihin debu selama hiatus :P