01 November 2013

Ziarah Elektronik untuk Sebuah Kepulangan

2 komentar




Telah berpulang ke Rahmatullah, telah berpulang ke rumah Bapa,
sejenak saya berpikir tentang kalimat ini. Mengapa pulang? Mengapa bukan pergi?
Ya, karena hidup kita di bumi ini diartikan sebagai sebuah kepergian. Kepergian yang entah panjang entah pendek. 
Kita dilepas oleh kelahiran untuk menjalani perjalanan lalu pulang dalam wujud kematian. Pulang berarti kembali ke tempat kita berasal. Pulang dalam kematian berarti kembali untuk beristirahat selamanya.
Kita mengantarkan seseorang pulang dan berkata ‘selamat jalan’ seakan kita tidak sadar bahwa sebenarnya kita-lah yang di  ada di jalan, kita sedang berjalan. Kita yang sedang bepergian kini.

Banyak orang lakukan dengan mengenang ke pulangan seseorang. Doa, ziarah, peringatan ulangtahun kepulangan dan berbagai ritual adat ataupun agama dilakukan.
Ada alam lain selain alam kubur dan nyata, yaitu alam maya atau alam internet. Di alam yang penghuninya melayat di akun-akun jejaring social orang yang berpulang inilah segala doa, rasa duka dan kehilangan dituangkan. Tulisan, foto, video semasa dalam perjalanan hidup nyata menjadi tempat ziarah baru. Tulisan lama yang pulang diangkat kembali ke permukaan untuk menghidupkan kenangan. Untuk mendekatkan yang tak bisa hadir di saat terakhir.
Bahkan orang yang tidak pernah kenal, tidak pernah bertemu sebelumnya pun bisa ikut hanyut dalam kedukaan di alam itu.Ziarah elektronik untuk sebuah kepulangan.

Terlepas dari sanak family akan membiarkan penyedia akun menghapus akun atau tidak, perlu kita sisakan yang baik yang bisa diingat orang sebelum kita dipanggil pulang. Tulislah yang baik yang ketika dibuka kembali arsipmu, twitmu, statusmu yang bisa membuat orang mengenang hal manis tentangmu. Berjalan sambil mengingat pulangmu. Siapkan tempat yang nyaman untuk nanti yang datang berziarah, yang menyekar setiap isi pikirmu semasa hidup.
Sejatinya ziarah ke dalam kehidupan orang yang berpulang adalah karena rasa sayang dan kerinduan sisanya keingintahuan. Maka tinggalkan sesuatu yang berkesan.

Gajah mati meninggalkan gading, manusia modern mati meninggalkan akun social media.

*note to self*

:')

eh,  pict di atas diambil dari sini